Wednesday, September 16, 2009

Pantai Suluban dan Pantai Padang-padang, Esotisme di Kaki Bali





Pantai Suluban terletak di Desa Pecatu kecamatan Kuta Selatan, kurang lebih tiga kilometer dari obyek wisata Pura Uluwatu. Jarak pantai Suluban dari kota Denpasar adalah 32 kilometer ke arah selatan melalui kawasan wisata Kuta, Bandara Ngurah Rai Tuban dan Desa Jimbaran. Arahnya melewati Kampus Universitas Udayana di jimbaran. Suluban berasal dari kata mesulub yang dalam bahasa bali berarti "berjalan di bawah sesuatu". Memang untuk mencapai pantai, kita harus menuruni karang, tapi jangan kuatir ada puluhan anak tangga yang sedikit mempermudah untuk turun. Sesampai di dasar tebing kita akan disambut lorong alami (goa karang) yg menghubungkan kita ke pantai, ya mungkin karena harus melalu lorong karang ini makanya pantai ini diberi nama suluban dan ini juga yg membuat pantai suluban berbeda dengan pantai lainnya di Bali. Ombaknya yang tergolong ganas menjadikan pantai ini menjadi salah satu surga peselancar. Dengan pasir putih serta jauhnya dari kebisingan, dan eksotisme tebing-tebing karang membuat obyek ini menjadi yang tidak boleh dilewatkan apabila berlibur ke Bali. Di sini juga terdapat beberapa buah penginapan yang dimiliki oleh penduduk setempat yang menyediakan makanan, minuman, minuman, barang-barang souvenir dan alat-alat surfing.
Beberapa km dari Pantai Suluban kita akan menemukan sebuah pantai yang juga eksotis bernama Pantai padang-padang.pantai ini memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda dengan Pantai Suluban. Untuk menuju pantai kita juga harus melewati goa karang (karena sempit mungkin lebih tepat bila disebut celah karang) dengan beberapa undak tangga. Setelah melewati goa tadi kita akan disambut dengan hamparan pasir putih (teksturnya lebih halus dari pasir di Pantai Suluban) dengan ombak yang lebih bersahabat, jadi untuk anda yang ingin berenang pantai ini bisa menjadi salah satu pilihan. Di sekitar pantai juga banyak pedagang yang menjajakan makanan serta minuman dengan harga yang terjangkau.


Tuesday, March 24, 2009

Bali, Tempat Spa Terbaik di Dunia 2009


Kabar gembira ditengah geliat untuk kembali membangun pariwisata Bali. Pulau Dewata kembali mendapat penghargaan. Kali ini, penghargaan didapat dari majalah Senses di Eropa. Sebanyak 60.000 pembacanya menyatakan Bali sebagai The Best Spa Destination in The World 2009.
Penghargaan ini diterima pada Wellness Award 2009 di Berlin, Jerman, pada 12 Maret, yang diterima oleh Dirjen Budpar Sapta Nirwandar, dan hari ini diberikan kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika oleh Menteri Budpar Jero Wacik di Gedung Wiswa Sabha, Denpasar.
Beberapa kali Bali mendapat penghargaan internasional antara lain sebagai tujuan wisata terbaik dunia versi majalah Travel and Leasure. Penghargaan ini didapatkan enam kali berturut-turut hingga 2008.

Pura Watu Klotok


Pura Watu Klotok merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat Bali yang terletak di wilayah Banjar Celepik Desa Tojan Kabupaten Klungkung kurang lebih 7 km keselatan dari Kota Semarapura. Sesuai namanya Pura watu klotok berada di pinggir Pantai Watu Klotok. Pura ini memiliki panorama pantai selatan Klungkung yang mempesona. Dari pura itu, sembari bersembahyang umat pun dapat menyaksikan keindahan kawasan Kepulauan Nusa Penida dan Hotel Bali Beach di pantai Sanur. Sesuai harfiah Watu klotok dapat dijelaskan "watu" berarti batu dan "klotok" berarti berbunyi, jadi watu klotok berarti batu yang berbunyi. Batu mekocok(makocel) itu merupakan cikal bakal pendirian pura.Salah satu peninggalan yang dikeramatkan ini kini malinggih di utama mandala Pura Watu Klotok. Upacara piodalan di pura ini diselenggarakan setiap 210 hari sekali bertepatan dengan anggara kasih julungwangi. Upacara lain yang sering diselenggarakan di Pura Watu Klotok adalah upacara mulang pekelem dalam rangkaian upacara-upacara besar yang digelar di Pura Besakih seperti Eka Dasa Rudra, Panca Bali Krama dan lain-lain. Selain itu, umat Hindu yang berprofesi sebagai petani, juga mempercayakan keberhasilannya di bidang pertanian di pura ini. Umat selalu memohon petunjuk dan perlindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar senantiasa memberi kesuburan atas tanah pertanian mereka serta mencegah datangnya serangan hama tanaman. Dalam ajaran Hindu memang diajarkan untuk menjaga alam ini baik sebagai sebagai sarana kehidupan umat manusia dan makhluk hidup lainnya. Gagasan mulia yang melatarbelakangi pendirian Pura Watu Klotok sebagai media sakral untuk menguatkan daya spiritual untuk diaktualkan dalam kehidupan bersama menjaga sumber-sumber air, sungai-sungai dan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan makanan dan kebutuhan lainnya dalam hidup ini.